| Foto: Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan salah satu pelatih Nasional kelahiran Maluku, Imran Nahumarury (dok/istimewa) |
INDOFOOTBALLNEWS - Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh dalam memperkuat fondasi sepak bola daerah dari tingkat desa hingga nasional. Langkah nyata ini diwujudkan melalui peluncuran program kursus lisensi pelatih dan wasit secara gratis bagi masyarakat setempat.
Program strategis ini dirancang untuk melahirkan talenta-talenta baru yang kompeten di lapangan hijau. Pemprov Maluku Utara tidak hanya fokus pada penyelenggaraan turnamen, melainkan juga membangun sistem pembinaan yang terarah sejak dini.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat, khususnya para pencinta olahraga si kulit bundar di wilayahnya agar ikut ambil bagian dalam momentum ini.
"Untuk seluruh para pencinta bola Maluku Utara, Maluku Utara lagi serius banget bangun sepak bola. Bukan cuma nonton bola, sekarang waktunya jadi bagian dari sejarah. Dari desa sampai nasional kita lagi bangun sistemnya, bukan sekadar event. Ini yang sudah jalan di tahun 2025," ujar Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kualitas SDM di lapangan menjadi kunci utama yang sedang dikejar oleh pemerintah daerah.
"Kita mulai dari fondasi dulu biar kuat, yaitu memberikan sertifikasi kepada 146 pelatih lisensi D dan C PSSI, kemudian ada 46 yang sudah diberikan dukungan pembinaan. Artinya anak-anak di desa sekarang punya akses latihan yang lebih serius dan terarah," kata Sherly Tjoanda.
Memasuki tahun 2026, Pemprov Maluku Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas program kerja pembinaan tersebut agar menjangkau target yang lebih luas.
"Di tahun 2026 ini kita gas lebih kencang lagi, memberikan sertifikasi kepada pelatih bola, khususnya di Maluku Utara. Ada 3 kursus lisensi D yang akan menghasilkan 90 pelatih baru. Kemudian target jangka panjang kita adalah satu desa satu pelatih berlisensi. Dan kemudian, tiga pelatih terbaik akan lanjut untuk lisensi B di Jakarta. Selain dari pelatih, kita juga memberikan pelatihan dengan sertifikat kepada 60 wasit lisensi C-3 dan 30 wasit lisensi C-2," pungkasnya.
Melalui kombinasi penempatan pelatih berlisensi, pembangunan lapangan di desa-desa, dan dukungan kompetisi usia muda, Maluku Utara bersiap untuk bertransformasi menjadi salah satu lumbung pesepak bola potensial bagi tim nasional di masa depan.
Tags
FEATURE