| Maarten Paes merayakan kemenangan Ajax Amsterdam usai final play-off Conference League melawan FC Utrecht di Stadion Kras, Volendam, Belanda, Minggu (24/5/2026). Paes tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan penalti Utrecht dan membawa Ajax lolos ke kualifikasi UEFA Conference League musim depan. (Dok/Getty Images) |
INDOFOOTBALLNEWS - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, tampil gemilang saat membawa Ajax Amsterdam memastikan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Kiper berusia 27 tahun itu menjadi pahlawan kemenangan Ajax usai menggagalkan dua tendangan penalti FC Utrecht pada final play-off Eropa, Minggu (24/5/2026) waktu Belanda.
Dilansir dari ESPN via VoetbalPrimeur.nl, pertandingan yang berlangsung di Stadion Kras Volendam itu berjalan ketat sejak awal. Ajax dan FC Utrecht harus bermain hingga babak tambahan setelah skor imbang 1-1 bertahan selama 120 menit pertandingan.
Gol penyama kedudukan Ajax tercipta pada menit ke-96 melalui Davy Klaassen setelah sebelumnya FC Utrecht unggul lewat gol penyerang asal Belanda, Zéchiël, pada menit ke-106. Karena tidak ada tambahan gol hingga akhir extra time, laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Pada momen penentuan itu, Maarten Paes tampil sebagai pembeda. Kiper yang kini memperkuat tim nasional Indonesia tersebut sukses membaca arah dua eksekutor FC Utrecht, membuat Ajax menang 4-3 lewat drama adu penalti sekaligus mengamankan tiket ke babak kualifikasi UEFA Conference League musim depan.
Usai pertandingan, Paes menjelaskan bagaimana dirinya mempersiapkan diri menghadapi para penendang penalti Utrecht, termasuk mantan striker Borussia Dortmund dan Ajax, Sebastien Haller.
"Sebastien Haller adalah pengambil penalti yang bagus. Saya mencoba mengatakan beberapa hal kepadanya. Saya tahu dia selalu melakukan semacam gerakan berhenti, jadi jika Anda melakukan gerakan pura-pura, dia akan melihat ke bawah dan menembak. Itulah yang saya coba lakukan," kata Paes.
Paes juga mengaku memiliki catatan tersendiri terkait kebiasaan Haller saat mengeksekusi penalti. Pengalaman sebelumnya menjadi salah satu modal penting dalam membaca arah tendangan lawannya.
"Dia (Sebastien Haller) pernah gagal satu kali di Dortmund. Dia juga pernah gagal satu kali untuk kami melawan AZ, ketika saya masih berada di Utrecht." Lanjutnya.
Selain Haller, Paes dan tim pelatih Ajax juga melakukan analisis terhadap eksekutor lain milik FC Utrecht, termasuk Souffian El Karouani.
"Souffian El Karouani sering mengambil tendangan bebasnya dengan tumpuan kaki, dan kami memperkirakan dia akan melakukannya lagi kali ini." Tutup Paes.
Penampilan impresif Maarten Paes tentu menjadi kabar positif bagi Timnas Indonesia. Di tengah pemusatan latihan skuad Garuda menjelang agenda internasional, performa solid sang penjaga gawang di level klub memberi sinyal positif untuk lini pertahanan Indonesia ke depan.
Keberhasilan Ajax lolos ke kualifikasi UEFA Conference League tak lepas dari kontribusi besar Maarten Paes di bawah mistar. Dengan dua penyelamatan krusial di babak adu penalti, kiper Timnas Indonesia itu kembali menunjukkan kualitasnya di panggung sepak bola Eropa.
Tags
Pemain Abroad