![]() |
| Foto Ole Romeny bersama Thom Haye di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (dok/gettyimages) |
INDOFOOTBALLNEWS.WEB.ID - Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kegagalan skuad Garuda menembus Piala Dunia 2026. Rasa sakit itu disebutnya masih membekas hingga kini, terutama karena kesempatan lolos ke putaran keempat menjadi jarak terdekat Indonesia menuju panggung sepak bola paling bergengsi dunia.
Ole menilai kegagalan tersebut terasa semakin menyakitkan karena ekspektasi besar yang sempat dibangun di bawah proyek kepelatihan Patrick, yang ditugaskan membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di kualifikasi. Namun pada akhirnya, target tersebut gagal tercapai.
“Setiap kali saya mendengar seseorang membicarakan Piala Dunia, hati saya terasa sakit. Dan rasa sakit itu semakin parah seiring mendekatnya turnamen,” ujar Ole Romeny dalam wawancara yang dilansir dari laman Algemeen Dagblad.
Menurut Ole, kegagalan itu bukan sekadar soal hasil pertandingan, melainkan juga tentang mimpi besar yang nyaris terwujud. Ia menyebut lolos ke putaran keempat kualifikasi sebagai peluang paling realistis yang pernah dimiliki Indonesia untuk tampil di Piala Dunia.
Meski demikian, Ole tetap berharap masa depan Timnas Indonesia bisa lebih baik. Ia menekankan pentingnya penunjukan pelatih yang tepat untuk memimpin skuad Garuda ke arah yang lebih kompetitif di level internasional.
Ole juga menyadari bahwa tantangan menjadi pelatih Timnas Indonesia tidaklah ringan, mengingat besarnya tekanan publik dan kompleksitas sepak bola nasional.
“Melatih Indonesia, negara dengan lebih dari 280 juta penduduk, bukanlah pekerjaan yang mudah,” kata Ole.
Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap Timnas Indonesia, sekaligus tantangan besar yang harus dihadapi siapa pun yang dipercaya menukangi skuad Merah Putih ke depan.
