![]() |
| Foto Erick Thohir dan Zainudin Amali (dok/antara) |
INDOFOOTBALLNEWS.WEB.ID - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, membeberkan perkembangan terbaru terkait proses pencarian pelatih baru Timnas Indonesia. Ia menegaskan bahwa Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tidak terlibat secara langsung dalam tahapan awal hingga proses diskusi pemilihan pelatih.
Menurut Zainudin, seluruh proses awal telah diselesaikan melalui mekanisme internal PSSI, khususnya melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) bersama Badan Tim Nasional (BTN) dan tim yang ditugaskan federasi.
“Jadi, kami semua sudah selesai prosesnya. Bagus ini ya, melalui rapat Exco dan Pak Ketua Umum tidak ikut campur. Jadi, Ketua Umum membiarkan kami berdiskusi dengan BTN, kemudian dengan mereka yang ditugaskan Pak Muhammad dan Pak Endri,” ujar Zainudin Amali.
Zainudin menjelaskan, Erick Thohir baru akan turun tangan ketika proses pemilihan telah memasuki tahap pengambilan keputusan akhir. Pada fase tersebut, Erick akan memimpin rapat penentuan sekaligus menjadi sosok yang mengumumkan secara resmi pelatih baru Timnas Indonesia kepada publik.
“Kita begitu yang selanjutnya pada saat pengambilan keputusan, baru Pak Ketua Umum Erick Thohir yang memimpin rapatnya,” terang Amali.
Ia menilai pola kerja tersebut sebagai langkah positif karena memberi ruang kebebasan kepada jajaran Exco untuk menyampaikan pandangan dan pertimbangan secara objektif terkait sosok pelatih yang dinilai paling tepat.
“Jadi, dilepas. Jadi, Exco punya kebebasan memberikan pandangan tentang pelatih. Saya kira ini hal yang bagus sekali,” sambung mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI tersebut.
Lebih lanjut, Zainudin menyebut proses finalisasi kini telah diserahkan kepada pihak terkait di internal PSSI. Ia memastikan pengumuman resmi pelatih Timnas Indonesia tinggal menunggu waktu.
“Kami sudah serahkan kepada Pak Mardji untuk melakukan finalisasi, dan nanti akan diumumkan oleh Pak Ketua Umum. Tanya Pak Mardji,” tutup Zainudin Amali.
PSSI sendiri dituntut segera menentukan nahkoda baru Timnas Indonesia, mengingat agenda kompetisi internasional yang semakin padat serta target prestasi yang telah ditetapkan federasi ke depan.
