![]() |
| Anggota Exco PSSI, Endri Erawan (dok/kumparan) |
INDOFOOTBALLNEWS.WEB.ID - PSSI memastikan proses penentuan pelatih baru Timnas Indonesia masih terus berjalan dan ditargetkan segera menemui kejelasan. Anggota Exco PSSI, Endri Erawan, memperkirakan rapat Exco yang akan membahas hal tersebut bakal digelar dalam waktu dekat, paling lambat pada Januari 2026.
Endri menjelaskan bahwa seluruh laporan hasil wawancara dengan kandidat pelatih sudah disampaikan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Namun, saat ini federasi masih menunggu waktu yang tepat mengingat kesibukan Ketua Umum yang tengah fokus mendampingi Timnas Indonesia di ajang SEA Games.
"Semua (laporan interview) sudah saya sampaikan dan laporkan ke Pak Ketua Umum (PSSI). Mungkin sekarang Pak Ketum sedang sibuk di SEA Games, jadi kita harus memakluminya,” ujar Endri Erawan.
Menurut Endri, Exco PSSI tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa kehadiran dan arahan langsung dari Ketua Umum. Oleh karena itu, rapat Exco baru akan digelar setelah agenda SEA Games rampung.
"Biarkan Pak Ketum fokus dulu di SEA Games. Setelah itu mungkin kami akan adakan rapat Exco dengan Pak Ketum,” lanjutnya.
PSSI menargetkan keputusan terkait pelatih baru bisa diumumkan dalam waktu dekat. Endri optimistis publik tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui siapa sosok yang akan menakhodai Timnas Indonesia ke depan.
"Insyaallah kalau sempat bulan ini atau paling lambat bulan depan itu sudah ada nama pelatih yang bisa diumumkan oleh federasi, dalam hal ini Pak Ketum PSSI,” tutur Endri.
Lebih lanjut, Endri juga mengungkapkan salah satu kriteria penting yang diinginkan PSSI dari pelatih baru Timnas Indonesia. Federasi berharap pelatih tersebut tidak hanya datang saat agenda pertandingan, tetapi benar-benar menetap di Indonesia.
"Pelatih baru itu harus tinggal di Indonesia. Kalau bisa, keluarganya juga ikut pindah,” tegas Endri.
Kriteria tersebut dinilai penting agar pelatih dapat memahami kultur sepak bola nasional, memantau pemain secara langsung, serta membangun komunikasi intensif dengan federasi, klub, dan pemain Timnas. PSSI berharap keputusan ini menjadi langkah awal menuju pembenahan yang lebih serius dan berkelanjutan bagi sepak bola Indonesia.
