![]() |
| Foto Skuad Timnas Malaysia (dok/AFP) |
INDOFOOTBALLNEWS.WEB.ID - FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi kepada Timnas Malaysia berupa kekalahan walkover (WO) 0-3 dalam tiga pertandingan yang mereka jalani pada agenda FIFA Matchday. Hukuman ini dijatuhkan menyusul temuan terkait penggunaan pemain naturalisasi yang dinilai tidak sah atau bermasalah secara administrasi.
Tiga laga yang terdampak sanksi tersebut merupakan pertandingan persahabatan internasional yang sebelumnya telah dimainkan Malaysia pada kalender resmi FIFA Matchday. Dengan keputusan terbaru FIFA, seluruh hasil pertandingan tersebut dianulir dan diganti dengan kekalahan WO 0-3 untuk Malaysia.
Adapun rincian pertandingan yang terkena sanksi adalah sebagai berikut. Pada laga melawan Singapura yang digelar pada 29 Mei, hasil imbang 1-1 resmi diubah menjadi kekalahan Malaysia 0-3. Kemudian pertandingan kontra Cape Verde pada 4 September yang semula berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Malaysia, juga dinyatakan berubah menjadi kalah 0-3. Sementara itu, laga melawan Palestina pada 8 September yang sebelumnya dimenangkan Malaysia dengan skor 1-0, kini juga diputuskan menjadi kekalahan WO 0-3.
Keputusan FIFA ini berdampak langsung pada catatan pertandingan internasional Malaysia di bawah otoritas FIFA, termasuk perhitungan ranking FIFA dan statistik resmi internasional. Namun, sanksi tersebut tidak serta-merta berlaku pada kompetisi yang berada di bawah kewenangan konfederasi.
Untuk ajang Kualifikasi Piala Asia, keputusan sepenuhnya berada di tangan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Hingga saat ini, AFC belum menjatuhkan sanksi apa pun kepada Malaysia. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan masih menempuh jalur banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS), sehingga AFC memilih menunggu hasil proses hukum tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.
Perkembangan ini menjadi sorotan besar di kawasan Asia Tenggara, mengingat isu naturalisasi pemain kini menjadi topik sensitif di sepak bola internasional. FIFA menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi harus sesuai regulasi, dan setiap pelanggaran dapat berujung pada sanksi tegas, termasuk pembatalan hasil pertandingan.
Kasus Malaysia ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi federasi lain agar lebih berhati-hati dan transparan dalam proses administrasi pemain, khususnya yang berkaitan dengan status kewarganegaraan dan kelayakan bermain di level internasional.
