![]() |
| Foto Kevin Diks saat membela Timnas Indonesia (dok/gettyimages) |
INDOFOOTBALLNEWS.WEB.ID - Tumpang tindih persoalan komunikasi di Timnas Indonesia kembali mencuat setelah pernyataan lama Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersinggungan dengan pengakuan terbaru bek naturalisasi, Kevin Diks. Isu ini sekaligus membuka gambaran mengenai dinamika bahasa di dalam skuad Garuda.
Pada Januari 2025 lalu, Erick Thohir menegaskan bahwa komunikasi antara pelatih dan pemain menjadi salah satu masalah utama yang harus dibenahi. Menurutnya, komunikasi yang baik adalah kunci agar taktik berjalan efektif.
"Masalah komunikasi adalah salah satu isu yang kami perhatikan, tetapi tentu kami juga merasa butuh pelatih yang bisa cocok dari segi taktik,” ujar Erick Thohir saat itu, dikutip dari Kompas.com.
Namun pernyataan tersebut kembali menjadi sorotan setelah Kevin Diks mengungkapkan situasi berbeda yang justru terjadi di ruang ganti Timnas Indonesia.
Dalam sebuah wawancara terbaru via Bundesliga, Kevin menyebut bahwa seluruh pemain Timnas Indonesia telah sepakat menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam berkomunikasi.
"Kami berbicara dalam bahasa Inggris. Kami sepakat untuk itu, karena ada banyak pemain yang lahir di Indonesia dan mereka berbicara bahasa Indonesia, dan tentu saja ada juga yang berbahasa Belanda,” ungkapnya.
Kevin menjelaskan bahwa para pemain berdarah Belanda-Indonesia sejatinya terbiasa menggunakan bahasa Belanda, namun mereka memilih menghindarinya agar tidak membentuk kelompok tersendiri.
"Biasanya kami menggunakan bahasa Belanda, tapi kami sepakat untuk tidak melakukannya, karena kami satu tim dan harus melakukannya bersama, bukan terpecah menjadi kelompok-kelompok.”
Lebih jauh, Kevin juga melihat tren positif dalam skuad Garuda.
"Saya melihat banyak pemain yang mulai belajar bahasa Indonesia, jadi semuanya jadi lebih mudah,” tuturnya.
Pernyataan Kevin membuat publik kembali menyoroti apakah masalah komunikasi benar masih menjadi hambatan, atau justru ada tumpang tindih persepsi antara federasi, pelatih, dan para pemain.
