![]() |
| Mees Hilgers bersama skuad FC Twente. (dok/gettyimages) |
Bek Timnas Indonesia itu mengalami cedera ligamen lutut sekitar empat pekan lalu dan dipastikan absen hingga akhir musim 2025/26.
Cedera berat ini datang di saat yang tidak ideal, mengingat kontraknya bersama FC Twente akan berakhir pada musim panas 2026. Kondisi tersebut membuat nilai jual Hilgers terus menurun dan membuka risiko besar bagi klub untuk kehilangan sang pemain secara gratis.
Twente Hampir Mustahil Mendapatkan Penjualan Hilgers
Analis sepak bola Belanda, Leon ten Voorde & Fardau Frouws, menilai bahwa Twente berada dalam posisi yang sangat sulit untuk melepas Hilgers pada bursa transfer Januari 2026.
"Dengan kontrak yang segera habis dan cedera parah, Twente hampir mustahil bisa menjualnya pada Januari,” ujar Frouws.
Analis lainnya, Tom Knipping, menambahkan bahwa kondisi fisik Hilgers membuat klub-klub lain enggan mengambil risiko di bursa transfer.
"Kemungkinan besar ia belum akan fit pada musim panas. Jadi potensi penjualannya juga semakin kecil,” tutur Knipping.
Satu-Satunya Keuntungan: Asuransi Menanggung Gaji Hilgers
Meski berada dalam posisi sulit, FC Twente masih memiliki satu keuntungan kecil dari situasi ini.
Menurut Knipping, klub biasanya memiliki asuransi khusus untuk pemain yang mengalami cedera berat jangka panjang. Dalam kasus Hilgers, polis itu kemungkinan akan menanggung gaji sang pemain selama masa pemulihan.
Mees Hilgers cedera ligamen lutut dan absen hingga akhir musim. Kontrak habis 2026 membuat FC Twente sulit menjualnya. Analis Belanda jelaskan situasi pelik dan keuntungan asuransi pemain cedera.
"Ini memang ironi, tetapi gajinya kemungkinan besar ditanggung asuransi. Itu satu-satunya keuntungan bagi FC Twente,” kata Knipping.
Kontrak Habis 2026, Pilihan Twente Kian Terbatas
Dengan kondisi cedera panjang, kontrak yang menipis, dan minimnya klub peminat, FC Twente berada pada titik di mana menjaga Hilgers hingga masa pemulihan selesai adalah opsi paling realistis.
Bagi Hilgers, fokus kini sepenuhnya tertuju pada proses pemulihan agar dapat kembali memperkuat Twente dan Timnas Indonesia dalam kondisi terbaik.
